Jumat, 28 Januari 2022

Tips Panduan Pinjaman Tanpa Riba: Cara, Persyaratan dan Daftarnya

Tips Panduan Pinjaman Tanpa Riba: Cara, Persyaratan dan Daftarnya

Goinvestasi.id - Metode syariah, merupakan salah satu tips pinjaman tanpa riba terbaik. 

Selain tidak memberlakukan sistem bunga seperti bank konvensional, pinjaman syariah menggantinya dengan sistem akad jual beli. 

Cara pembayarannya juga menggunakan cara cicilan, yang telah disepakati atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Selain itu, ada ketentuan lain yang juga harus ditaati oleh calon peminjam. Yaitu, bahwa pinjaman hanya akan digunakan untuk hal yang halal..

Pinjaman tanpa riba, dapat dilakukan dengan maupun tanpa jaminan. Baik itu untuk keperluan modal usaha, pergi haji, maupun untuk kepentingan lainnya.

Namun yang terpenting, pinjaman tanpa riba dalam bentuk syariah ini, sudah banyak ditawarkan oleh berbagai lembaga keuangan di Indonesia.

Riba Dalam Islam

Riba merupakan tambahan pada pembayaran hutang, yang telah ditentukan oleh orang yang memberi  hutang. 

Dan dalam Islam sendiri, hal ini haram hukumnya karena dapat mengakibatkan kesusahan pada peminjamnya.

Walaupun konsep bunga yang diterapkan oleh bank konvensional dianggap sebagai riba, namun masih ada pakar Islam yang memperdebatkannya. 

Oleh karena itu, pinjaman syariah ditetapkan dengan tidak menggunakan bunga, atau tanpa riba sama sekali.

Cara Meminjam Tanpa Riba

Cara meminjam tanpa riba sebenarnya tidaklah sulit, karena ada beberapa tips panduan yang dapat dilakukan seperti berikut:

1. Dengan Cara Meminjam Kepada Keluarga.

Sebagai tips panduan pinjaman tanpa riba yang paling mudah, adalah dengan cara mendapatkan pinjaman kepada keluarga. Karena tentunya, tidak terdapat kandungan bunga di dalamnya.

2. Menjual Sebagian Dari Harta Pribadi

Menjual sebagian dari harta pribadi, merupakan langkah yang paling bijaksana untuk mendapatkan pinjaman tanpa riba. 

Walaupun akan membuat aset menjadi berkurang, namun akan kembali menjadi hasil yang lebih besar,  jika dikelola dengan benar.

3. Gadai Barang Melalui Pegadaian Syariah

Tips panduan pinjaman tanpa riba berikutnya, adalah dengan menggadaikan barang melalui pegadaian syariah. 

Selain tidak akan dikenakan bunga pinjaman, mekanismenya juga hanya akan mengenakan biaya penanganan, serta perawatan barang hingga hutang lunas.

4. Mengajukan Pinjaman Melalui Bank Syariah

Mengajukan pinjaman secara halal, juga dapat dilakukan melalui bank syariah terdekat. 

Saat melakukan pengajuan kredit, terdapat dua akad yang dapat dipilih. Yaitu, berupa akad mudharabah, Musyarakah dan Mutanaqishah.

5. Menggunakan Kartu Kredit Jenis Syariah

Mungkin banyak yang belum mengetahui, bahwa banyak bank yang mengeluarkan jenis kartu kredit syariah. 

Fungsinya tidak beda dengan jenis kartu kredit konvensional umumnya. Hanya saja, jenis syariah memberlakukan prinsip Islam yang halal.

6. Mencari Investor Tanpa Bunga Pinjaman

Cara meminjam tanpa riba berikut ini, bisa juga dicoba, yaitu dengan cara menawarkan bagi hasil atau keuntungan kepada investor. Tentunya, jika alasan untuk meminjam adalah sebagai modal usaha.

Metode bagi hasil ini terbilang cukup efektif dan adil, karena dapat membuat kita bebas dari lilitan bunga dan biaya-biaya lainnya. 

Di sisi lainnya, investor pun dapat ikut merasakan keuntungan sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Persyaratan Pinjaman Tanpa Riba 

Penjelasan berikutnya, adalah mengenai tips panduan tentang syarat pinjaman tanpa riba, yang antara lain adalah sebagai berikut:  

  • Terdapat shahibul maal sebagai pihak penyalur dana, dan mudharib sebagai pihak yang meminjam saat melakukan transaksi.
  • Terdapat objek yang akan diserah terimakan, saat melakukan proses akad.
  • Melakukan sighat, atau kesepakatan ijab qabul antara shahibul maal dan mudharib. 

Sedangkan syarat pinjaman tanpa riba melalui bank syariah, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Melengkapi dokumen dan identitas diri seperti KTP, KK, slip gaji dan NPWP.
  • Akta nikah.
  • Buku tabungan.
  • Bukti tidak memiliki tanggungan cicilan lainnya.
  • Berkonsultasi terlebih dahulu, untuk menentukan jenis akad pinjaman yang akan diambil, dan sesuai dengan kebutuhan.
  • Mempelajari setiap ketentuan pinjaman yang berlaku, seperti lamanya pinjaman, tanggal jatuh tempo, dan ketentuan lainnya.
  • Memeriksa dengan seksama, mengenai surat perjanjian pinjaman yang diserahkan bank. Terutama, yang berisi mengenai aturan pembagian hasil dan faktor resiko jika terjadi kecurangan. Hal ini perlu dilakukan, sebelum menandatanganinya.
  • Kembalikan pinjaman jika sudah mendapatkan profit, sesuai dengan ketentuan yang terdapat di dalam kontrak.

Akad-Akad Pinjaman Syariah

Sebagai tips tambahan, ada baiknya untuk dapat mengerti mengenai ketentuan akad-akad yang terdapat dalam pinjaman syariah.

Mudharabah merupakan akad yang paling banyak dipilih. Yaitu, berupa bantuan pinjaman dari penyandang dana kepada peminjamnya, yang umumnya digunakan sebagai modal usaha. 

Selain itu, juga terdapat ketentuan lain berupa perjanjian bagi hasil, sebagai pengganti bunga hingga hutang terbayar seluruhnya.

Musyarakah adalah suatu akad, berupa iuran permodalan antara pemilik dana dan peminjam, untuk membangun suatu usaha bersama. 

Dalam hal ini, kedua pihak akan saling memberikan pendanaan, dengan pembagian hasil yang sesuai dengan kesepakatan.

Selain itu, kedua pihak juga akan saling berbagi tugas, dalam memberikan pemikiran dan tenaganya dalam usaha ini.

Mutanaqishah, merupakan akad yang menggabungkan modal usaha antara pemilik modal dan peminjam. Umumnya, peminjam sudah memiliki modal, namun tidak mencukupi untuk usaha. 

Dan sesuai kesepakatan bersama, pihak penyandang dana akan membiayai terlebih dahulu usaha yang dibangun peminjam. 

Dan setelah cicilan lunas, pemilik dana dapat menjual kembali usaha tersebut kepada peminjam, dengan harga yang lebih tinggi.

Rahn merupakan akad untuk mendapatkan pinjaman, dengan menggunakan jaminan barang tertentu, yang akan diserahkan kepada penyandang dana. 

Dalam mekanismenya, setara dengan sistem pinjaman yang terdapat pada pegadaian syariah.

Daftar Penyedia Pinjaman Tanpa Riba

Sebagai tips panduan pinjaman tanpa riba yang terakhir, adalah dengan mengetahui daftar penyedia pinjamannya, baik secara online maupun offline. 

Adapun daftar dari penyedia pinjaman tanpa riba tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Pegadaian Syariah

Pegadaian syariah, merupakan penyedia pinjaman tanpa riba yang cukup populer saat ini. Karena, dapat menyediakan pinjaman usaha, dengan menggunakan jaminan barang. Jadi,  tanpa ada bunga, dan tanpa riba sama sekali.

2. Bank Syariah

Untuk melakukan pinjaman tanpa riba, dapat juga dilakukan melalui bank. Karena saat ini, bank konvensional juga telah menyediakan layanan syariah, yang memiliki divisi dan pengelolaan terpisah.

3. P2P Lending Syariah

Seiring dengan berkembangnya dunia digital, fintech syariah pun mulai banyak bermunculan satu per satu. Dan salah satunya, berupa peer to peer lending syariah. 

Jika ingin mengajukan pinjaman melalui P2P lending syariah, mekanisme peminjamannya akan mengikuti fitur akad yang sudah resmi dan terjamin keabsahannya.

4. Lembaga Wakaf Produktif

Penyedia pinjaman tanpa riba berikutnya, adalah lembaga wakaf produktif. 

Untuk sistem pengembaliannya, akan dilakukan dengan cara menyisihkan sebagian profit ke lembaga sosial. 

Contohnya, seperti lembaga crowdfunding, yayasan yatim, dan lain sebagainya.

Jika ingin meminjam suatu modal usaha, pastinya memiliki resiko, walaupun tanpa riba sekalipun. Sebaiknya pahami terlebih dahulu, akan segala ketentuan, kewajiban dan juga konsekuensinya.

Demikian tips panduan pinjaman tanpa riba, bagi yang sedang mencari informasi tentang pinjaman syariah. 

Semoga dapat bermanfaat, dan jangan lupa untuk melihat artikel bermanfaat lainnya, melalui www.goinvestasi.id

0 Comment

Posting Komentar