Panduan Investasi Properti: Jenis, Keuntungan, Resiko, Strategi dan Tipsnya

Panduan Investasi Properti: Jenis, Keuntungan, Resiko, Strategi dan Tipsnya

Goinvestasi.id - Panduan investasi properti dalam artikel ini dapat bermanfaat, jika ingin menentukan jenis yang tepat sehingga tidak salah dalam memilih. 

Namun untuk mengetahui itu semua, perlu juga diketahui, mengenai resiko, strategi dan tipsnya sebelum mulai berinvestasi.

Jika belum mengetahui definisi dari investasi properti, secara sederhana pengertianya adalah upaya menanam modal dalam bentuk aset untuk mendapatkan keuntungan. 

Aset yang ditanam, biasanya berupa tanah maupun bangunan, dan akan disimpan untuk jangka waktu tertentu, atau hingga harganya mengalami kenaikan. 

Agar lebih mudah dalam memahaminya, kita ikuti saja panduan investasi properti secara lengkap berikut ini.

Jenis Investasi Properti Secara Umum

Secara umum, bentuk dari suatu aset properti bisa berupa tanah maupun bangunan, namun produknya sendiri bisa bermacam-macam, yang beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Berupa Hunian

Hunian merupakan bentuk investasi properti yang cukup menjanjikan untuk jangka panjang, baik itu rumah, maupun apartemen. 

Hanya saja, investasi berupa hunian ini memang membutuhkan biaya yang besar.

Jika tertarik untuk memilikinya, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti lokasi, fasilitas umum, infrastruktur dan transportasinya. 

Karena, semua hal tersebut, akan ikut mendorong nilai dari investasinya di masa depan.

2. Properti Dalam Bentuk Saham

Investasi properti dalam bentuk saham, fokusnya lebih pada perusahaan sebagai pengembang properti. Dan investasi jenis saham ini, dapat dibeli melalui aplikasi trading sekuritas untuk lebih mudahnya.

3. Property Equity Crowdfunding

Pengertian singkat dari Investasi Property Equity Crowdfunding, yaitu menanam modal untuk membeli properti, namun dengan dana patungan. 

Sehingga, setiap investornya tidak perlu mengeluarkan dana besar untuk berinvestasi pada properti yang sama.

Seluruh investor,  akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen, dari hasil sewa properti yang dijalankan setiap bulannya. 

Jenis investasi ini cocok bagi pemula, karena bisa mendapatkan keuntungan dengan modal yang kecil.

4. Berupa Tanah Pemakaman

Siapa yang menyangka, bahwa aset properti berupa lahan pemakaman dapat menguntungkan. 

Sebut saja contohnya seperti  Al Azhar Memorial Garden, San Diego Hill, hingga Graha Sentosa Park. Setiap lahan pemakaman tersebut, harganya sudah mencapai miliaran rupiah.

Hal tersebut bisa saja terjadi, mengingat sulitnya mendapatkan lahan untuk pemakaman saat ini, karena tempatnya yang semakin sempit.

5. Investasi Properti Bisnis

Meskipun membutuhkan modal yang tidak kecil, namun  properti bisnis dapat menjanjikan keuntungan yang besar. Keuntungan lainnya, investasi ini juga memiliki banyak aset yang dapat dipilih. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.

  • Ruko maupun kios
  • Perkantoran’
  • Lahan Parkir
  • Gudang
  • Lahan untuk disewa

6. Dalam Bentuk Pariwisata

Keuntungan investasi dalam bentuk pariwisata, yaitu dapat menjadi pasif income yang menguntungkan. Adapun bentuknya, bisa berupa hotel, villa maupun homestay.

Keuntungan Investasi Properti

Secara general, terdapat beberapa keuntungan yang bisa dihasilkan dari investasi ini, yang diantaranya adalah:

1. Harga Properti Akan Meningkat Secara Berkala

Nilai properti cenderung mengalami kenaikan secara berkala, selama dapat dikelola dengan baik dan benar.

2. Capital Gain Yang Besar

Walaupun modal untuk melakukan investasi properti tergolong besar, namun capital gain atau keuntungan yang bisa didapat juga akan melimpah. 

Namun tetap harus diingat, bahwa hal ini tidak akan terjadi dalam jangka pendek.

Pengelolaan yang terbaik untuk mendapatkan keuntungan, adalah dengan cara menyewakan daripada menjualnya. 

3. Tahan Inflasi

Pada dasarnya, inflasi yang terjadi pada suatu negara dapat mempengaruhi naik dan turunnya nilai investasi. 

Namun, dalam hal ini tidak termasuk properti. Keuntungan dari investasi properti, adalah ketahanannya terhadap inflasi.

4. Berpotensi Sebagai Pasif Income

Keuntungan lain dari investasi properti ini adalah, berpotensi dapat menjadi pasif income. Bahkan, keuntungannya bisa melebihi bunga bank. 

Semakin banyak pasif income yang dimiliki, maka semakin besar keuntungannya.

Namun yang perlu dicatat adalah, selalu ada faktor resiko dalam sebuah investasi. Oleh sebab itu, sebaiknya fokus pada satu jenis investasi dahulu, jika masih termasuk sebagai pemula.

5. Profit Yang Dapat Terlihat

Profit dari investasi properti, hasilnya dapat langsung terlihat dan dirasakan, selama unit yang disewakan selalu terisi. Karena artinya, income atau pendapatan juga akan terisi secara otomatis. 

6. Dapat Berfungsi Sebagai Jaminan

Setiap investor, dapat menggunakan aset properti yang dimilikinya sebagai jaminan atau agunan, jika sedang membutuhkan dana segar. 

Dengan nilai properti yang relatif stabil, umumnya lembaga keuangan tidak sungkan untuk memberikan pinjaman.

7. Memiliki Resiko Yang Relatif Rendah

Karena terbilang cukup tahan terhadap inflasi, maka resikonya juga menjadi rendah.

Besarnya modal yang telah dikeluarkan, akan sebanding dengan income yang didapat. Meskipun untuk perhitungan jangka panjang.

8. Kondisi Pasar Yang Relatif Stabil

Keuntungan lain dari memiliki aset properti, adalah pasarnya yang relatif stabil. 

Dalam artian, selalu ada kesempatan untuk dapat membeli, menjual maupun menyewakannya, dan dengan tanpa batas waktu.

Sebagai contoh, rumah atau kios yang dapat disewa dan dijual kapan saja, selama ada penyewa maupun pembelinya.

9. Investor Memiliki Kontrol Secara Penuh terhadap Aset

Setiap investor memiliki kontrol penuh terhadap aset yang dimiliki. Atau dengan kata lain, mereka dapat memutuskan secara langsung untuk menjual, membeli maupun menyewakannya.

10. Merupakan Investasi Jangka Panjang

Setiap jenis investasi memiliki dua macam kemungkinan, yaitu untuk jangka panjang maupun pendek.

Untuk properti sendiri, termasuk yang dapat menguntungkan jika dilakukan sebagai investasi jangka panjang. Karena, dengan melihat harganya yang dapat naik secara berkala.

Resiko Investasi Properti

Semua jenis investasi tetap memiliki faktor resiko, sekecil apapun itu. Dalam hal ini, termasuk juga investasi aset. 

Untuk dapat meminimalisir hal tersebut, sebaiknya pelajari seluruh faktor yang dapat mengakibatkan kerugian. Diantaranya, adalah sebagai berikut.

1. Dana Perawatan

Setiap aset berbentuk properti, akan selalu membutuhkan dana perawatan, yang nilainya bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis yang dimiliki. Semakin besar nilainya, maka akan semakin besar pula dana perawatan yang dibutuhkan.

2. Bersifat Lokal

Pengertiannya disini adalah, bersifat lokal karena tidak dapat dipindahkan, atau sebagai barang yang tidak bergerak. Selain itu, faktor kesuksesannya juga bisa berbeda-beda di setiap tempat.

3. Modal Yang Besar

Tidak semua orang dapat memiliki aset properti, karena modalnya yang besar. Selain membutuhkan modal untuk membeli dan perawatan, diperlukan juga biaya untuk transaksi yang cukup tinggi.

4. Tidak Bersifat Likuid

Pengertian likuid disini adalah, keuntungannya tidak dapat dicairkan dalam waktu cepat, karena  merupakan benda tidak bergerak. 

Sehingga, selalu membutuhkan waktu untuk dapat mencairkannya dalam bentuk uang tunai.

5. Memiliki Resiko Kerusakan

Setiap properti akan memiliki resiko kerusakan, baik yang disengaja maupun tidak. 

Salah satu contohnya, adalah resiko force majeure, akibat faktor alam seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya. Namun, bisa juga terjadi akibat kebakaran, huru-hara, dan lainnya.

Oleh karena itu, selalu dibutuhkan asuransi properti untuk mengantisipasi hal-hal yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen ini.

Strategi Investasi Properti

Seorang investor, dapat melakukan strategi, untuk memproyeksikan potensi profit yang diinginkan. 

Namun, tetaplah mengingat, bahwa setiap strategi tetap memiliki faktor resiko yang berbeda-beda. Sehingga, tetap harus dilakukan penyesuaian, sejauh masih dapat ditoleransi. 

Berikut ini,adalah strategi umum yang biasa digunakan dalam investasi aset. 

1. Membeli Untuk Menyimpan

Strategi yang paling banyak dilakukan saat ini, adalah membeli properti untuk disimpan, hingga harganya naik sesuai target profit yang diinginkan.

2. Menyewakan

Properti dapat disewakan untuk mendapatkan penghasilan, atau bersifat sebagai pasif income. 

Selain itu, juga dapat digunakan untuk membayar KPR, dana perawatan, maupun sebagai modal untuk investasi lain yang dimiliki.

3. Renovasi Untuk Menjual

Strategi ini juga umum dilakukan para investor, agar modalnya dapat cepat kembali. 

Salah satu caranya, adalah dengan membeli properti murah, kemudian direnovasi ulang agar nilai jualnya menjadi lebih tinggi.

4. “Sistem Bangun Bagi”

Untuk melakukan strategi ini, perlu bekerjasama dengan pengembang properti, yang dikenal sebagai “sistem bangun bagi”. 

Artinya disini adalah, investor akan menyediakan lahan, sedangkan pihak pengembang bertanggung jawab dalam pembangunan serta pemasarannya.

Sebagai penggantian, investor akan mendapatkan unit properti, yang jumlahnya akan ditentukan sesuai kesepakatan bersama. 

Selain itu, investor juga memiliki hak, untuk dapat menggunakan dan menjualnya secara langsung. 

5. Pengembang Pasif 

Strategi pengembang pasif disini adalah, investor adalah sebagai penyandang dana, untuk mengembangkan proyek properti kepada pengembang atau developer. 

Profit akan dihasilkan, setelah proyek tersebut menghasilkan ekuitas.

Strategi ini profitnya lebih tinggi, dibandingkan dengan strategi lainnya. Namun, resikonya juga  lebih tinggi, apabila mengalami kegagalan dalam pemasarannya.

6. Pengembang Aktif

Mekanisme dari strategi pengembang aktif, adalah kebalikan dari pengembang pasif. 

Dalam hal ini, investor berfungsi sebagai penyandang dana, pengembang dan sekaligus sebagai pihak yang memasarkan proyek pribadi.

Yang perlu diingat adalah, strategi ini akan membutuhkan modal yang umumnya lebih besar daripada pengembang pasif. 

7. Crowdfunding

Strategi investasi properti kekinian ini, memang mulai populer di kalangan milenial dan investor pemula, karena modalnya yang relatif kecil.

Secara garis besar, cara kerja dari crowdfunding, adalah menggalang dana bersama secara patungan, untuk diinvestasikan dalam bentuk properti. 

Bentuknya bisa berupa rumah kos, hotel, apartemen, dan lain sebagainya.

Adapun keuntungannya, akan dibagi dari jumlah modal yang terkumpul, menjadi sejumlah lot maupun saham yang dapat dimiliki. 

Dengan cara ini, setiap investor akan mendapatkan profit dari dividennya secara berkala.  

Tips Dalam Melakukan Investasi Properti

Sebelum memutuskan untuk mulai melakukan investasi, sebaiknya pelajari juga beberapa tips yang akan dibahas berikut ini. 

Tujuannya adalah, agar aset yang dimiliki dapat membuahkan keuntungan seperti yang diharapkan. 

1. Pikirkan Terlebih Dahulu Tujuan Dari Investasi

Jika telah mengetahui tujuan dari berinvestasi, setidaknya dapat memberikan gambaran, seberapa besar dana yang akan diperlukan. 

Selain itu, juga dapat membantu membuat pilihan, jenis investasi apa yang paling sesuai. Dan yang terakhir, untuk meminimalisir kerugian.

Namun umumnya, tujuan yang banyak melatarbelakangi para investor untuk berinvestasi, diantaranya adalah:

  • Untuk mendapatkan aktif maupun pasif income.
  • Sebagai warisan, dana darurat maupun pensiun.
  • Modal usaha.
  • Sebagai jaminan atau agunan.

2. Sesuaikan Dengan Kemampuan

Sebagai tips kedua, adalah menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial. Hal ini sangat penting, agar tidak sampai menggunakan dana cadangan untuk memiliki investasi.

3. Usahakan Untuk Tidak Berhutang 

Suatu aset properti, bisa saja didapatkan dengan cara kredit. Namun sebenarnya, hal ini tidak disarankan. 

Mengingat, mengambil kredit adalah sama dengan menambah jumlah hutang. Jika jumlahnya cukup besar, maka nilai keuntungannya pun  akan ikut berkurang.

Jika akhirnya tetap ingin melakukan kredit, sebaiknya memastikan bahwa cicilannya tidak melebihi 35% dari penghasilan. Sehingga, kondisi finansial tetap dapat berjalan dengan sehat.

4. Lokasi Yang Strategis

Memilih lokasi yang strategis sangatlah penting pada suatu investasi properti. Pasalnya, dapat berpengaruh terhadap profit yang akan didapat. 

Beberapa kriteria yang secara umum banyak dipakai sebagai guideline, adalah sebagai berikut.

  • Dekat dengan pusat kota dan transportasi.
  • Memiliki sarana infrastruktur.
  • Merupakan wilayah yang banyak dikunjungi.

5. Lakukan Pengecekan Terhadap Harga Pasar

Tip berikutnya adalah, melakukan pengecekan harga pasar, dengan tujuan untuk menghindari terjadinya kerugian. Idealnya, harga properti yang dimiliki sama dengan investor lain, agar tetap kompetitif.

6. Pilih Properti Dengan Pengembang Terpercaya

Jika ingin bekerja sama dengan pengembang, sebaiknya pilihlah yang terpercaya, agar hasil akhirnya sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Tidak ada salahnya mempelajari portofolio mereka, untuk mendapatkan yang terbaik.

7. Teliti Seluruh Dokumen Properti

Dokumen properti yang lengkap sangat diperlukan, untuk memastikan dokumen yang diterima adalah asli, dan dapat dilindungi oleh hukum. Sehingga, tidak sampai menimbulkan masalah kedepannya.

8. Memahami Resikonya

Pada dasarnya, tidak ada investasi yang tanpa resiko. Sehingga, tidak ada salahnya untuk memahami segala kemungkinan yang terjadi. 

Hal ini sangat penting, sehingga dapat diantisipasi jika harus terjadi kerugian, dan dengan jumlah yang masih dapat ditolerir.

Beberapa potensi yang umum terjadi melakukan investasi properti, diantaranya seperti:

  • Rugi modal maupun pendapatan.
  • Resiko akan likuiditas.
  • Kerugian karena situasi pasar yang menurunkan nilai aset.
  • Harga yang tidak stabil.
  • Tidak mendapatkan penyewa atau pembeli.
  • Terjadinya “force majeure” atau bencana alam.
  • Biaya maintenance yang tinggi.
  • Biaya transaksi yang mahal.

9. Mulailah Dari Investasi Kecil

Jika belum memiliki dana yang cukup untuk melakukan investasi besar, sebaiknya mulailah dengan crowdfunding yang tidak memberatkan. 

Walaupun properti akan dimiliki secara bersama-sama, namun hasilnya tetap dapat menguntungkan.

10. Pastikan Properti Tidak Dalam Sengketa

Untuk tips yang terakhir ini, sebaiknya memiliki jasa notaris yang terpercaya, dan ahli dalam  melakukan pengecekan. 

Terutama, dari segi keabsahan dokumen dan juga statusnya, sebelum mulai membeli properti yang diinginkan.

Demikianlah panduan investasi properti, beserta dengan informasi mengenai jenis, keuntungan, resiko, strategi dan tipsnya. 

Semoga dapat bermanfaat, bagi yang sedang berencana untuk memiliki aset sebagai investasi.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url